Tak pernah sekali pun terlintas dalam fikiranku yang akhirnya aku harus menjadi seorang duda. Bagiku kehidupan perkawinan yang kulalui selama ini berdasarkan atas rasa cinta. Aku mencintai isteriku, begitu pula dia juga mencintaiku. Tapi ternyata cinta saja tak cukup untuk membina sebuah rumah tangga yang bahagia.
Setelah tiga tahun perkahwinan, keutuhan rumah tanggaku mulai goyah. Apalagi sejak kelahiran anak kami yang kedua yang hanya berselang setahun dengan anak kami yang pertama. Aku memang sepakat dengan isteriku untuk beranak dengan cepat dan akan sedikit repot di awal-awal tahun perkawinan untuk membesarkan anak-anak dan setelah itu kami baru akan tumpukan untuk karier, cari duit dan tujuan hidup yang lainnya.
Namun rupanya rancangan tak berjalan seperti yang kami harapkan. Isetriku terpaksa harus keluar dari kerjanya yang bangkrup akibat krisis. Padahal kelahiran anak keduaku bagaimanapun cukup menambah pembelanjaan kami....
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda