Hujan terus membasahi bumi, aku sedang mengutak katik jariku diatas keyboard, mataku tertuju di depan monitor.
Aku tidak merasakan ada sosok orang berdiri dibelakangku, aku terperanjat sesaat itu, waktu itu rumahku lagi sunyi tidak ada yang lain selain diriku dengan seorang pembantu yang masih muda dan janda, aku terpana menatapnya karna dia memakai baju yang tipis dan buah dadanya yang montok seakan menerkam masuk kedalam kedua bola mataku.
" belum tidur" tanyaku, "belum pak, itu gambarnya bagus, boleh ikut lihat pak " tanyanya dengan gaya yang genit. "hmm, kamu tidak risih melihat gam...
Jumlah patah perkataan: 2324
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda