Sore itu Nungki masih sibuk di depan surat kabar kesayangannya. Mata- nya menelusuri kata demi kata yang tertulis di halaman tengah. Alis gadis itu mengerenyit. "Ma, lihat, ada seorang lagi gadis yang dinyatakan hilang." Seorang wanita setengah baya, yang terlihat sibuk memintal benang sulam, menoleh dan tersenyum, "Ah, mungkin hanya kawin lari atau semacamnya. Lagipula kejadian seperti tu sudah banyak terjadi bela- kangan ini, bukan?" Nungkin menatap wajah mamanya dan mengangguk, "Iya juga, sih. Tapi ini kan sudah yang kelima kalinya sejak bulan lalu." Sang ibu kembali sibuk dengan pekerjaannya, hanya menggumam. "Bagaima- napun pasti ada alasan yang rasionil atas hilangnya gadis-gadis itu. Sudahlah, itu kan urusan polisi." Nungki menutup koran di tangannya dan mendekati ibunya, "Bagaimana kalau aku yang hilang?" Sang ibu tertawa dan mengelus kening anak semata wayangnya, "Jangan bilang begitu. Kata orang itu pamali." Nungki tersenyum dan beranjak menuju dapur. Ruang da...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda