“Mamah,,mamah,,!!”, teriak Nirmala histeris. “Papah,,papah,,!!!”, air mata Nirmala terus menerus mengalir keluar dari matanya seperti sungai yang airnya tak habis-habis. Hujan mengguyur tubuh mungilnya, hati Nirmala sangat terpukul dengan apa yang baru saja menimpanya. Nirmala mengais-ngais tanah sehingga kedua tangannya sangat kotor dan berlumuran tanah yang basah alias lumpur sambil terus menangisi kedua orang tuanya. Nirmala baru saja selamat dari longsor yang menimbun rumahnya. Dia beruntung bisa selamat dari longsor itu, tapi Nirmala malah mau ikut tertimbun tanah bersama kedua orang tuanya karena Nirmala tidak mempunyai sanak saudara selain kedua orang tuanya. “Nirmala,,sudah,,jangan bersedih,,”, kata seorang ibu sambil memeluk Nirmala dari belakang. “papa dan mama masih hidup !!”, teriak Nirmala bersikeras. Ibu itu pun melepaskan pelukannya untuk membiarkan Nirmala melampiaskan kesedihannya sepuas-puasnya. Akhirnya, Nirmala pun menyerah, tangisannya lama kelamaan mulai melema...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda