Aaahh…. ” Jaka akhirnya terbangun, sedangkan keempat gadis lainnya berbaring di sofa ruang tengah, bahkan Karen tidur disebelah Jaka,.Mungkin sebagai ungkapan rasa terima kasihnya atas pertolongan Jaka yang sebenar-nya sich hanya kebetulan saja,..
Tampak-nya mereka cukup mengkhawatirkan keadaan Jaka yang pingsan karena terpukul penjahat itu,Dingin rasa-nya saat Jaka terbangun, langit pun masih gelap. Suasana masih hening , sunyi, belum genap pukul 4 pagi,..Perlahan Jaka naik ke kamar masing-masing, mengambilkan selimut untuk mereka, khawatir kalau-kalau mereka masuk angin,.
Perlahan satu persatu Jaka menyelimuti mereka,..
Maria yang tidur sambil mengigau,..Sherry yang tertidur di pojok sofa, dengan dasternya yang tak terkancing semua,..Enggan sebenarnya Jaka melihat belahan payudara Sherry yang terpampang lebar didepan matanya,..rasanya malu dan tidak sesuai dengan sifat aslinya yang lugu, namun entah mengapa matanya tak bisa lepas memelototi belahan payudara itu,..
” ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda