"Maaf rumahnya gelap, Mbak." ucap pemuda yang membimbingku sambil menyalakan korek apinya dan membuka pintu rumah yang kelihatannya tidak terkunci. Aku mengikutinya masuk diikuti kedua teman si pemuda yang segera menutup pintu dan ikut menyalakan korek apinya. Pengap sekali rumah ini. Di dalamnya nampak banyak sarang laba-laba dan hanya ada satu dipan dengan tikar tua di atasnya.
"Saya memang jarang tinggal di sini, mbak. Jadi rumahnya kurang terurus. Paling ke sini cuma untuk istirahat tidur saja seminggu sekali," jelas si pemuda sambil membersihkan dipan dan tikar dari sarang laba-laba. "Silakan istirahat di sini, Mbak." dia mempersilakanku. Aku duduk di tempat yang sudah dibersihkannya. Sedangkan temannya sibuk memasang lilin yang entah dari mana dapatnya, sehingga tidak harus memegangi korek apinya terus.
"Mbak sakit ya..?" tanya pemuda itu setelah duduk di samping kiriku. Samar-samar kulihat tato bunga mawar kecil di lengan kanannya yang berotot. "Tt.. tidak," sahutku.
...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda