"Cukup!" suara itu menghentikan hisapanku. Mbah Purwo mengeluarkan jarinya dari mulutku, lalu memasukkannya ke mulutnya sendiri sambil memejamkan mata. Tubuhnya nampak berkeringat dan licin. "Masih tidak terlacak, Mbak," desahnya sambil geleng-geleng kepala. "Kita sekarang harus coba di bagian leher dan dada. Maaf, Mbak.."
Kali ini kulihat Mbah Purwo menggerakkan kaki, sehingga mengangkangiku di atas kasur, lalu meletakkan kedua telapak tangannya di dadaku. Jari-jarinya lurus berada di bawah daguku. Agak geli juga aku ketika jari-jari itu bergerak-gerak seperti memijat atau mengelus dagu hingga leher. Kemudian terasa tangan itu bergeser turun, dan terus turun hingga penutup dadaku pun ikut merosot terbuka. Getar-getar aneh tapi nikmat kurasakan sewaktu kedua telapak tangan itu menelangkup tepat di kedua payudaraku yang sudah telanjang. Mata kupejamkan lagi, dan kurasakan pijatan-pijatan lembut itu. Berkali-kali ludah kutelan membayangkan kemesraan dan kenikmatan.
"Apa Mbak jug...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda