Awalnya aku sama sekali tidak pernah memperhatikan pembantuku ini, selain dia memang hanya seorang pembantu aku juga tidak pernah terpikirkan untuk bisa mengentotnya, ditambah lagi dari penampilannya pun tidak ada yang bisa dibanggakan. Wajahnya aja keliatan kalau dia ini orangnya judes andai saja dia yang jadi majikan mungkin tidak pernah berhenti mulutnya mengomel ditambah lagi bibirnya yang lebar sepintas seperti tokoh kartun donald bebek.Usianya sudah sekitar 45 tahunan makanya aku ngga heran liat bodynya yang aggak gemuk, tapi aku agak heran liat dia punya pantat yang jungkit begitu padahal usianya sudah ngga muda lagi. Tapi walaupun jungkit gimana pun pantatnya aku toh tetap ngga nafsu liatnya bahkan saking malasnya aku memperhatikan pembantuku ini namanya pun aku sering lupa karena aku sering memanggilnya bibi aja.
Di dalam rumah ini cuma 4 orang aja penghuninya aku, istri ku dan anakku yang masih berumur 1 1/2 tahun di tambah si pembantu tadi. Usia ku saat ini baru...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda