Krisis moneter rupanya telah meluluh lantakkan ekonomi bangsa. Semua orang tahu hal itu. Tetapi yang paling menderita adalah rakyat kecil. Hal ini juga menimpa keluargaku. Sebelum krismon, suamiku adalah seorang pengawas bangunan pada suatu perusahaan kontraktor. Tetapi begitu badai krismon mengamuk, robohlah seluruh bangunan ekonomi rumah tanggaku. Kenapa? Karena kontraktor terbelit dengan hutang yang menggunung. Bank relasinya ambruk terkena likuiditas. Akibatnya kami sekeluarga harus pulang, meninggalkan rumah kontrakan perusahaan. Pulang ke desa, itulah keputusan yang tidak dapat dihindari. Anak-anak terpaksa berhenti sekolah. Untuk makan sehari-hari, suami terpaksa jadi tukang batu untuk pembangunan kecil-kecilan, suatu pekerjaan yang kurang pas bagi seorang lulusan politeknik jurusan teknik sipil. Tapi semuanya tidak penting kecuali satu; bagaimana perut orang serumah tetap terisi setiap hari.
Sehingga ketika Pak Sumardi, "orang sukses" di Jakarta pulang ke desa kami, dan mena...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda