Jika mamaku pergi belanja ke pasar, aku selalu dititipkan kepada Bang Mirhan Tetangga kami yang baru pindah dari kampung kos persis sebelah rumah. Bang Parhan kelas 1 SMA dan aku kelas 6 SD. "Han, titip Tuty ya," kata mama. Biasanya aku langsung di panggil Bang Mirhan ke kamar kosnya. Bang Mirhan selalu memakai kain sarung jika di rumah, terlebih sore hari sepulang sekolah. Bang Mirhan suka menggendongku di panggkuannya. Jika sudah lama aku duduk di pangkuannya, biasanya Bang Mirhan memeluku kuat-kuat dan mencium leherku. Kemudian perlahan pelukannya di lepasnya dan nafasnya ngos-ngosan. Bang Mirhan lalu ke kamar mandi, aku tak tahu apa yang dicucuinya di kamar mandi.
Kini walau pun mama tidak menitipkqn aku ke Bang Mirhan, Bang Mirhan selalu mencuri-curi memanggilku dan memberiku kue dan uang untuk jajan. Seperti biasa, Bang Mirhan memanggilku dengan lambaian tangannya seperti biasa. Aku pun mengendap memasuki kamar kosnya. Begitu aku masuk, Bang Mirhan langsung menutup pintu, ke...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda