Bulan menyembul malu-malu dari balik rimbunan pohon-pohon dan bangunan-bangunan hotel sepanjang pantai Kuta. Desiran angin memyentuh kulitku sehingga membuat bulu-bulu di tangan terangkat naik dan turun. Aku masih asyik menyaksikan deburan ombak memecah pantai. Suaranya terdengar menggelegar saat ombak beradu dengan ombak yang lain. Di belakangku suara musik pun beradu dengan kerasnya, seolah ingin menyaingi deburan ombak yang menggelegar. Sedikit pun aku tidak terusik oleh musik buatan manusia, pandanganku hanya tertuju pada ombak yang bergulung-gulung memecah pantai.
"Tolong, tolong!" jerit ketakutan datangnya dari arah punggungku, disertai gonggongan suara anjing.
Aku segera bangkit dan mengejar arah gonggongan anjing. Tampak seorang wanita berkulit putih bersender pada tembok hotel, sambil melempar batu-batu kecil pada seekor anjing kampung. Aku mengambil tongkat kayu dan melempar dengan keras. Buk! Kaing, kaing, kaing. Rupany...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda