Matanya memandang kearahku, seolah ingin dipuaskan. Kontolku makin dalam menusuk-nusuk lubang vagina Ibu Rossye. Kedua tanganku bertumpu pada sisi badan Ibu Rossye. Dengan posisi tersebut, aku makin leluasa menghujamkan kontolku hingga terbenam ke dalam lubang vaginanya.
"Ah.. Ah.. Trus baby.. Trus.."
Pantatnya meliuk-liuk mengimbangi naik turunnya kontolku. Terasa gesekan yang sangat kuat pada sekujur batang kontolku, membuat badanku merinding menahan geli. Urat-urat kontolku makin kencang, seluruh energi seakan ingin terbuang bersama dengan puncak kenikmatan yang akan aku lalui. Aku berusaha menahan diri, agar pertahanan spermaku tidak tumpah ruah sebelum kalah bertanding.
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda