Pak Anton sekilas melihat wajah Sasha yang dibaringkan di bantal dan mengintip kearah belakang lewat sela-sela pahanya yang terbuka lebar, wajah Sasha tampak lebih merah, gabungan antara demamnya serta perasaan malu dihadapan Pak Anton.
Pak Anton yang sedari tadi terus menahan gairah seksualnya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Semakin cepat ia memuaskan diri, semakin cepat pula Sasha bisa kembali beristirahat, pikir Pak Anton. Namun, kali ini Pak Anton dihadapkan pada sedikit dilema saat melihat Sasha yang tertungging dihadapannya: dimanakah penisnya yang sudah berdiri tegak itu akan bersarang? Di vagina Sasha ataukah lubang pantat Sasha? Keduanya sama-sama menggoda.
Pak Anton berpikir sejenak untuk menentukan pilihannya. Tanpa sengaja, dilihatnya termometer yang tadi dipakainya untuk mengukur suhu tubuh Sasha tadi pagi dan ia pun mendapat ide bagus.
“Sha, panasmu sudah turun belum?” tanya Pak Anton pura-pura bodoh.
“Ngg... saya tidak tahu, Mas. Saya dari tadi b...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda