“Lho, tante kok tumben jam segini belum tidur?? Mau kemana te??” tegurku. Ternyata wanita itu adalah bu meidi, atau lebih akrab dipanggil tante mei. Tapi orang daerah perumahanku lebih senang memanggil “tacik” karena memang beliau adalah orang china.
“Eh Leo, bikin kaget aja. Iya ini lho mau ngecek barang sama pintu soalnya kok ragu2 apa td udah dikunci apa belum.” Jawabnya. “Oh…kok tumben sendirian, biasanya khan sama om, atau om yang ngecek” tanyaku lagi. “iya nih suami lagi ke luar kota anter barang ke koleganya” serunya. “Leo mau kemana malam2 gini” Tanyanya. “Ini tante lom bisa tidur jd mau ngopi di warung depan” jawabku. “Ohh…boleh tante minta bantuan?” tanyanya “Boleh aja tante, dengan senang hati..” jawabku “Bantu tante ngecek barang ya, agak takut juga nih. Ntar tante buatin kopi deh, jd leo gak usah ngopi di warung sana. Temenin tante aja ya...” jawabnya.
“Pucuk dicinta ulam tiba”, batinku. Kapan lagi ada kesempatan berduaan dengan tante mei yg mulus ini. Apalagi...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda