“Pak Sudin, cepat. Kenapalah lembab sangat.” Tasha kakakku mengherdik pemandu kami Pak Sudin.
Pak Sudin terkocoh-kocoh menghampiri Kak Tasha. Lelaki berusia 40 tahun itu membongkok menghormati Kak Tasha.
“Ambil barang ni, masukkan ke dalam kereta. Orang tua pemalas.”
Aku hanya memerhati. Pak Sudin berlari anak mengambil plastik barang dan dimasukkan ke dalam boot kereta. Barang-barang ter
Sejak menjangkau usia 18 tahun ini kesakitan yang dirasai Siva menjadi-jadi. Tiap kali dia melihat perempuan cantik pelirnya akan mengeras. Tiap kali membaca majalah yang menghairahkan pelirnya juga akan mengembang. Dan tiap kali pelirnya mengembang maka kesakitan di bahagian kepalanya muncul.
Siva meneliti batang pelirnya dan cuba membandingkan dengan batang-batang pelir yang di lihatnya di skri
Siang itu entah kenapa, Titiek yang tertidur setelah menyusui Andra, anaknya yang baru berumur satu tahun di kamarnya sepertinya mendengar suara aneh dari ruang tamu. Ia segera bangun merapikan jilbab putih dan pakaian dinas PNS-nya yang berwarna coklat muda belum sempat diganti ketika pulang mengajar kemudian mengintip apa yang terjadi. Dengan membuka tirai kamarnya sedikit ia dapat melihat ke ru
Dhea mengerang sadarkan diri. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Ia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tapi tidak berhasil. Ia ingat pergi ke sebuah pesta dan bertemu dengan laki-laki kurus dan berusaha mendekatinya.
Akhirnya ketika Dhea bosan ia pergi meninggalkan pesta tadi. Ia sedang berjalan menuju mobilnya ketika segalam tiba-tiba menjadi gelap. Dhea bangun dan duduk, sadar dirinya
Perkenalkan namaku Tommy, aku sekarang sedang sekolah ternama di Ibukota negara ini. Orang tuaku adalah orang terkaya di negeri ini. Bahkan sekolah tempat aku belajar dimiliki oleh orang tuaku, yang kemudian diberikan pada aku. Sehingga aku adalah pemilik sekolah ini.
Sekolah ini mempunyai banyak sekali murid-murid, terutama dari orang-orang kaya. Orang tua mereka sangat senang mengingingkan a
Aku berkeliling dengan menggunakan angkutan umum, ke tempat-tempat favorit dan belum pernah kujalani sebelumnya. Kali ini aku bersantai di Galaxy Mall, yang banyak dikunjungi WNI keturunan. Mataku liar melirik-lirik wanita putih mulus dan trendy. Entah kenapa sejak dulu aku terobsesi dengan wanita Chinese yang menurut pandanganku adalah tipikal sempurna dalam banyak hal. Di lantai paling atas, mat
Kejadian ini berlaku kira kira seminggu selepas kejadian pertama yang di alami oleh Dr. Azimah. Ketika itu Dr. Azimah sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya. Untuk pulang ke rumah, Dr. Azimah harus memandu keretanya di sebuah jalan yang agak sunyi sepi pada waktu malam di sekitar area Ukay Perdana. Jalan itu agak tersorok dari laluan kenderaan.Kawasannya pula agak sunyi.Semasa sedang
"Hari ni cikgu datang bulan tak?" tiba-tiba aku disapa oleh seorang pelajar cina sesampai aku di pintu pagar sekolah.
"Kenapa kamu perlu tahu?" aku kembali bertanya budak kurang ajar itu.
"Kalau cikgu tak datang bulan kita buat projek hari ini," katanya lagi sambil jalan beriringan denganku menuju bangunan sekolah.
"Kamu jangan berkurang ajar dengan saya," tengkingku sedikit kuat.
"Say
Aku bernama Suhaila. Aku adalah seorang gadis kampung yang dibesarkan dalam suasana yang penuh dengan adat dan tata susila budaya timur. Ayah ku seorang Imam surau kampung manakala emak ku pula adalah seorang suri rumah yang mengajar mengaji Al Quran di rumah dan madrasah kampung. Dalam kampungku hanya ada lebih kurang 200 orang sahaja dan kami hampir saling kenal mengenali antara satu sama lain.
Siang itu, ponselku berbunyi, dan suara merdu dari seberang sana memanggil.
“Di, kamu ke rumahku duluan deh sana, saya masih meeting. Dari pada kamu kena macet di jalan, mendingan jalan sekarang gih sana.”
“Oke deh, saya menuju rumah kamu sekarang. Kamu meeting sampai jam berapa?”
“Yah, sore sudah pulang deh, tunggu aja di rumah.”
Meluncurlah aku dengan motor Honda ke sebuah rumah di salah
Di saat wajah Cak Item terbenam di antara dua paha mulus Munfiatun, tangan sipir LP Bangil ini menggerayangi bagian dada wanita bercadar yang montok membukit ini. Tangan Cak Item menyusup di balik jilbab lebar yang dipakai Munfiatun hingga tangannya merasakan gundukan montok di dada wanita bercadar ini. Tanpa diduga, Munfiatun yang telah kehilangan kendali atas dirinya akibat kenikmatan yang diras
Dalam kamar mandi yang telah terkunci pintunya, Munfiatun segera meletakkan alat-alat mandi yang dibawanya dan menggantung handuk dan pakaian ganti yang dibawanya sembari menyingkap cadar yang menutupi wajahnya. Wanita bercadar ini bermaksud melepas jilbab dan kaus kaki yang dipakainya agar dia leluasa dalam membersihkan kamar mandi sebagaimana biasanya. Namun dalam waktu bersamaan tercium bau kot