Dian Elina baru saja selesai mandi sore itu. Ia hanya mengenakan handuk kuning kesayangannya. Hujan turun deras dari sejam yang lalu. Rumahnya kosong. Ia berdiri di depan cermin kamarnya sambil mengeringkan rambutnya. Iseng-iseng ia melepas handuknya. Hmm tubuhnya indah dan kencang. Payudaranya menggantung ibarat mangga yang mengkal. perutnya rata. Dian meraba buah dadanya, turun ke perutnya, hingga selangkangannya dengan bulu yang tercukur rapi. Usianya baru 25 tahun. Mendadak petir menggelegar kencang. bersamaan dengan itu listrik mendadak padam."Aih... sialan." Gerutunya. Ia mengingat-ingat...
Jumlah patah perkataan: 7509
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda