Hari itu adalah hari pembagian raport dan ijazah dimana setiap murid diharuskan membawa orang tuanya ke sekolah untuk temu wicara dengan guru wali kelas. Singkatnya pagi itu Ningrum termasuk salah satu dari murid-murid tersebut. Di pojok sekolah disebuah tempat yang jauh dari keramaian didekat lapangan basket tempat biasa dia nongkrong bersama teman-teman ceweknya dia menunggu kehadiran seseorang, seseorang yang penting baginya. Firman tidak datang pagi itu walaupun orang tuanya datang. Sudah berulang kali Ningrum bertandang kerumahnya ataupun juga meneleponnya tetapi tidak pernah berhasil bertemu dengannya. Bertanya kepada Bimo-pun juga tidak membuahkan hasil. Kabar terakhir yang dia dengar adalah bahwa dia terlihat sedang bergandengan mesra dengan serang cewek dari sekolah lain yang masih duduk di kelas 2 SMU. Seolah tak percaya, Ningrum ingin membuktikan sendiri gossip ini supaya dia lebih tenang sembari berharap bahwa gossip itu tidaklah benar. Saat dia sudah putus asa menunggu, ti...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk satu bulan
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda