Narti hanya bisa pasrah saja, ia tidak dapat menghalangi lagi keinginan Doni untuk menyetubuhinya karena ia sendiri sudah larut dalam gairah dan gejolak birahinya sendiri, nafsu birahinya sudah mengalahkan akal sehatnya, keinginannya untuk segera merasakan sodokan-sodokan batang kemaluan Doni di memeknya mengalahkan rasa malu dan rasa takutnya.
Dengan perlahan-lahan Doni mulai mengarahkan kepala kontolnya ke vagina Narti, di elus-eluskannya kepala kontolnya tersebut di bibir vagina dan kelentit Narti, sehingga membuat Narti menggelinjang kegelian,
“Den…aacchh… Den… jangan di mainin begittuuuu… oooohhh… Den… masukin kontolmu den…. Cepat …den…aaaachhh… den Doni…naaakkaaallll…,”pekik Narti.
Doni tersenyum dengan permintaan Narti tersebut, akhirnya keluar juga perkataan tersebut dari mulut Narti,
Dan, Ssssleeeeepppp….. Kepala kontolnya ia selipkan di lubang vagina Narti, yang di iringi oleh erangan Narti yang merasakan lesakan ke...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda