”Heri kemana, Fir?” tanya Rudi pada seorang anak bermata juling yang sedang asyik bermain gitar.
Tanpa menoleh, anak yang dipanggil Fir itu menunjuk tenda besar warna merah yang ada di ujung lembah. Rudi mengangguk sebagai rasa terima kasih dan segera berlalu menuju tempat itu. Begitu tiba, dengan tak sabar, Rudi menyibak pintunya.
”Her, ayo i…” pemuda itu tidak bisa meneruskan kata-katanya. Apa yang dia lihat terlalu mencengangkan untuknya.
Disana, bergumul di atas matras, tampak Heri telanjang dengan ditindih seorang gadis cantik: Monika, nama gadis itu, kalau tidak salah. Rudi ingat karena tadi dia menolong gadis itu saat kakinya terkilir diatas puncak Gumarang. Heri yang melihat kedatangan Rudi, menoleh dan menyapanya dengan nafas ngos-ngosan,
”A-ada apa, R-rud.” tangan Heri yang tadi bergerak-gerak di dada Monika yang besar, sekarang diam.
”Ah, tidak. Sepertinya kamu sedang sibuk sekarang.” Rudi menatap tak berkedip tubuh Monika yang duduk telanjang membelakanginya....
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda