Ayah Kino tiba menjelang tengah hari. Ia menuju meja informasi dan bertanya di mana bangsal gawat-darurat. Setelah mendapat petunjuk, bergegas lelaki setengah baya itu menuju ke sana. Tak ada seorang pun yang ia kenal di antara kerumunan orang-orang yang ada di depan bangsal. Sesungguhnya memang Ridwan dan kawan-kawan sudah pulang untuk mandi dan beristirahat setelah mendapat penjelasan yang menenangkan dari dokter Rudy. Ibu Kost dan Ayah Indi juga sudah pulang. Tinggal Indi dan Trista yang ada. Mereka bertahan walau tubuh dan jiwa sungguh letih rasanya. Indi bahkan tertidur di bahu Tris yang duduk diam dengan mata bengkak oleh tangis berkepanjangan.
Keduanya tak mengenal Ayah Kino, dan sebaliknya. Maka ketika Ayah Kino diijinkan masuk oleh seorang suster, Tris tak mengacuhkannya. Ia pikir lelaki itu salah seorang anggota keluarga dari pasien yang barusan dikabarkan meninggal.
Lelaki itu menguatkan hatinya, tetapi tetap saja langkahnya menjadi tersendat. Seorang perawat pria bers...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda