Kulirik lewat spion ternyata motor mereka mati karna gugup.
“Yes… berhasil” dalam hati.
Gak jauh dari rumah aku belok ke pom bensin.
“Yes , ini show sebenernya”, hatiku bersorak.
Pom bensin sepi. Hanya ada 2 orang cowok jaga di pompa premium. Aku berhenti tepat di depannya. Sempat liat expresi wajah mereka yang kaget. Dasar cowok kalo liat cewek muka tertutup helm pasti liat ke arah tetek duluan. Apalagi kaos putih tipisku dah basah sempurna.
“Mas isi full tank ya! Sekalian numpang berteduh ya…”, kataku dengan nada menggoda.
“Iiiiya mbak eh ci…”, jawab petugas yang umurnya lebih muda sekitar 20 tahunan.
Sambil mengisi dia melirik tetekku yang besar dan terbungkus kaos tipis yang basah.
“Ujan-ujanan nie ci?? Kok gak pake jas ujan ??”, tanya penjaga yang udah agak tua.
Sambil merapikan uang di tangannya tapi matanya gak lepas dari tetekku.
“Iya nie pak, jadi basah gini”, kataku sambil mengusap-usap dadaku yang membuat tetekku makin tercetak jelas.
“Mampu...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda