Sebelumnya saya mohon maaf kalau cerita saya menyinggung profesi terhormat pengejar berita,
saya hanya ingin membagi kondisi ketertekanan seseorang yang bisa membuat khilaf. Sekali lagi saya mohon maaf.
Tamara tampak sendirian di tengah keramaian nite club itu, suara entakan musik, teriakan riuh pengunjung, tampaknya tidak masuk ke dalam jiwa Tamara yang tampak kosong. 'Ternyata memang akhirnya aku sendiri', hati Tamara berkata.
Memang benar, lalu lalang penikmat musik, seakan tak hiraukan sosok perempuan yang pernah begitu populernya menjadi objek masturbasi tiap lelaki, dan menjadi panutan standard kecantikan para wanita. Mereka seakan tak mengenalinya, tak memperhatikannya. Kesedihannya bertambah dimaraknya permasalahan hidup yang ia hadapi, terutama kekalahannya dalam hak pengasuhan anak, ditambah lagi gencarnya pemberitaan seputar kehidupan pribadinya yang makin meredupkan cahayanya.
Dan kini, seakan semuanya bertump...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda