Saya mengenal Rani pertama kali lewat IRC. Mulanya kami ngobrol biasa saja (kenalan, bercanda, tebak-tebakan, dsb). Menginjak minggu ke dua, tidak di sangka dia menanggapi secara antusias setiap obrolan saya yang berbau seks. Sampai saat itu sebenarnya saya masih ragu apakah Rani ini betul-betul perempuan atau cuma lelaki iseng yang menyamar sebagai wanita. Maklumlah, selama ini kami berkomunikasi hanya secara tulisan, bukan lisan. Keragu-raguan itu akhirnya musn...
Jumlah patah perkataan: 7906
Baca cerita seks sepenuhnya |
Penyelewengan laporan
Pendapat pembaca
nikmat dalam kepedihan
Waduh, sadis bangat perilaku kamu ini, bagus sekali sebaik kamu menjerut teteknya terus perah dan dicambuk dengan keras sekali.
Hantar cerita kepada kawan
Tulis pendapat anda
Anda mesti layari laman web untuk memberi pendapat anda