"Tapi Bu.," kataku padanya. "Diam!" bentaknya dengan marah. "Tapi Ibu bilang..," "PPLLAKK!!" Sebuah tamparan keras mengenai pipiku. "Diam!" bentaknya lagi.
Aku terdiam sambil tanganku mengusap-usap pipiku yang panas.
"Perbuatan kamu kemarin benar-benar kurang ajar, tidak ada hukuman yang sebanding dengan perbuatanmu," katanya padaku.
Dia terdiam sejenak.
"Sekarang kamu pulang!" katanya padaku. "Saya bersedia dihukum apa saja Bu" kataku padanya dengan cepat.
Dia kembali terdiam, tampaknya sedang menimbang-nimbang perkataanku.
"Apa saja?" tanyanya. "Iya Bu apa saja," jawabku yakin. "Baik mulai sekarang kamu lakukan apa yang Ibu suruh, jangan sekali-kali melawan," katanya padaku. "Baik Bu," jawabku sedikit kesal.
Aku melihatnya tersenyum padaku. Aku menatap matanya seakan menunggku apa yang akan dia perintahkan padaku.
"Kebelakangkan tangan kamu," katanya padaku.
Aku menuruti perintahnya meskipun aku heran sekali mendengar perkataannya. Ibu Anna berjalan...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda