Rasa perih seakan mengalir dari jepitan itu dan mengaliri seluruh tubuhku. Aku meronta-ronta dari ikatanku, namun tidak berhasil bergerak sedikitpun. Dengan cepat Ibu Anna menyumpal mulutku dengan celana dalam yang tadi dibawanya. Dia menekannya dalam-dalam sampai suara jeritanku tidak terdengar lagi. Tanpa menunggu lagi dia menjepit putingku yang lain.
Jika saja mulutku tidak tersumpal, pastilah jeritanku waktu itu bisa terdengar oleh tetangga rumahnya. Dua buah jepitan yang lain digunakannya untuk menjepit testisku. Tidak sesakit jepitan di putingku, namun aku khawatir perbuatannya padaku bisa menyebabkan kerusakan permanen pada alat kelaminku itu. (pada saat itu aku belum begitu mengerti akan hal ini).
Setelah selesai Ibu Anna meninggalkanku lagi. Rasa sakit akibat jepitan itu berangsur-angsur berkurang. Saat itu kuperirakan sekitar pukul 12:00 - 13:00, matahari sedang terik-teriknya menyiram tubuh telanjangku. Kakiku sudah mulai terasa pegal karena lama berdiri. Aku sudah me...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
aku bisa ngocok penis ku beberapakali setiap kali aku baca ceritamu ini..aku juga maniak pada budak lelaki yg mahu ku siksa..aku suka sama budak lelaki yg jd hamba seks ku..hubungi aku jika mahu disiksa lebih kejamahaks!!
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda