Namaku Arlene, aku menggunakan hormon terapi sejak berumur 17 tahun, sekarang badanku terlihat menjadi lebih feminin, dan dapat berjalan-jalan dengan penampilan yang tidak kalah menariknya. Aku berasal dari peranakan belanda-chinese-sunda dan memiliki wajah yang eksotis, setidaknya itu juga diakui oleh teman-temanku sesama waria, aku juga memiliki rambut sebahu yang berwarna hitam. Pada saat hari
Cerita ini bermula ketika aku lagi suntuk, suntuk karena bingung belum bayar uang kuliah dan uang kost, lagi asik-asiknya melamun tiba – tiba aku dikejutkan oleh panggilan ibu kostku.
Dalam hati ini berdebar apa mau nagih uang kost yang nunggak?
Dengan langkah gontai kuhampiri ibu kostku.
“Rudi, tolong bantu tante untuk mindah almari ini, kata Tante Riri ibu kostku
Uuppss lega rasanya hati ini
aku minat tom, rakan setingkatan. tak sangka tom pun minat aku. tom cute orgnya, putih, kurus & tinggi. satu hari masa form4, kami bertemu di kelas ptg. org lain semua dah balik. tiba2 si tom dtg kat aku. meraba2 belakang badanku. "j, jom..." pelawa si tom. aku membiarkan saja, tak menolak. aku pusing kearah tom. dia mengadapku dan memelukku. aku biarkan. tangannya mula meraba bontotku. tangannya
Aku seorang laki-laki. Usiaku 30 tahun. Kulit putih. Berkumis tipis. Waktu kecil aku sering tidur dengan kakakku perempuan. Oleh kakakku, aku diajari merias wajahku. mengenakan celana dalamnya, dan seterusnya. Itu hanya permainan waktu menjelang tidur. Lama kelamaan aku menyukai permainan itu.
Waktu kuliah, aku lebih sering bermain dengan teman perempuan. Salah satunya aku bersahabat dengan An
Kejadian ini terjadi sewaktu liburan kuliah semester pertama. Waktu itu aku tidak kembali ke Jakarta karena berusaha untuk menghemat uang. Tapi alasanku yang paling utama karena aku menikmati keadaanku yang bebas untuk memakai pakaian dalam dan baju wanita yang kubawa. Waktu itu, sepupuku meneleponku dan mengatakan hendak berlibur dan bersenang-senang bersamaku. Dengan rasa gembira, aku menyambut