Hari ini hari ketiga Dania sebagai murid SMU. Hari-hari ‘perploncoan’, hari-hari para senior ‘bebas’ ngerjain anak baru. Apalagi anak-anak perempuan yang punya wajah tergolong cantik, putih dan ‘bening’ (begitu istilah yang didengar Dania dari teman-teman cowoknya), mereka tidak hanya akan langsung diserbu para senior cowok untuk sekedar minta nomor telepon, tapi juga akan diserbu senior-senior cewek yang merasa ‘keberadaan’ mereka terganggu, merasa tersaingi dengan datangnya wajah-wajah baru yang segar.
Begitu lonceng tanda istirahat berbunyi, Ibu Zakiah, guru matematika, langsung keluar. Tapi, belum sempat para murid bernapas lega, para senior yang jadi panitia ‘plonco’ atau bahasa halusnya ‘orientasi siswa’ menyerbu masuk. Ada yang sok ja-im alias jaga image (terutama untuk senior cowok), ada yang ja-wib alias jaga wibawa, ada yang langsung teriak-teriak, bentak-bentak (berlaku untuk senior cewek). Siswa-siswa yang sempat gembira ...
Baca cerita selanjutnya, dapatkan akses sekarang juga!
Beli keahlian
Akses dengan SMS
Tulis cerita
Dapatkan akses sepenuh dalam laman kami dari $15 sebulan! Akses sepenuh kepada semua cerita dan wayang gambar di arkib wayang kami yang besar!
Anda mempunyai kod promosi? Gunalah di sini!
Taip kod promo pada kotak di bawah.
Tuliskan cerita anda dan mendapat keahlian percuma untuk 24 jam
Pandangan ahli
Anda perlu login untuk memaparkan pandangan anda